Rabu, 20 Mei 2009

Sertifikasi 2009

Kalangan guru TK hingga SMA/SMK saat ini dalam proses mengumpulkan berkas untuk bersaing dalam sertifikasi 2009. Diknas Kota Malang mendapatkan jatah 1.047 guru untuk disertifikasi sepanjang 2009.
Kuota itu menurun dibanding jatah 2008 yang mencapai 1.180 guru. “Itu sudah tambah. Sebelumnya hanya 997 guru,” ungkap Zubaidah, Kabid Fungsional dan Tenaga Kependidikan Diknas Kota Malang, kemarin.
Di salah satu ruang SMKN 2 Kota Malang, mulai Senin hingga Kamis kemarin digelar penerimaan berkas sertifikasi guru. Senin untuk berkas para guru SMA dan SMK, Selasa untuk guru SMP, Rabu untuk guru SD dan TK, Kamis untuk pengawas dan guru SLB.
Zubaidah menerangkan, tahun ini guru yang belum S1 atau D-4 bisa ikut sertifikasi. Dengan syarat usianya sudah mencapai 50 tahun, masa kerja lebih dari 20 tahun, golongan IV, dan punya NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan). “Kuota mereka termasuk dalam kuota total yang diberikan pusat ke daerah,” katanya.
Perbedaan kedua, lanjut dia, semua pengawas sekolah yang berlatar belakang guru akan diikutkan dalam sertifikasi 2009. Tahun ini merupakan kesempatan pertama pengawas ikut sertifikasi. Sebelumnya mereka tidak masuk dalam daftar karena tidak secara langsung berprofesi sebagai guru.
Yang sempat disesalkan Zubaidah, para guru masih banyak melakukan kesalahan. Kelengkapan administrasi belum sesuai dengan petunjuk. Bahkan foto yang disertakan masih banyak yang tidak ditulis namanya. “Saya prihatin. Apa pas dijelaskan itu semua pada tidak ngreken. Sedih saya,” kata mantan Kabid PLS ini. (yos/war/radarmalang)

Tidak ada komentar: